Bolehkah Donor Darah Saat Berpuasa?

Bolehkah Donor Darah Saat Berpuasa? – Persoalan boleh tidaknya donor darah saat berpuasa kerap ditanyakan orang-orang. Ini faktanya.

Kedatangan Ramadan tentu sangat dinanti-nanti oleh umat muslim. Kecuali mungkin bagi mereka yang membutuhkan transfusi darah pada bulan puasa. Mengapa? Stok darah untuk transfusi darah di PMI selalu menipis pada bulan puasa karena sedikitnya pendonor darah. Hal ini terjadi karena banyak yang beranggapan donor darah saat berpuasa tidak aman. Benarkah demikian?

Bagaimana proses donor darah?

Donor darah bukanlah hal yang sulit. Sebenarnya, tindakan ini dapat dilakukan kapan saja di PMI terdekat. Bagi Anda yang sudah rutin donor darah, biasanya sudah memiliki kartu pendonor tetap. Saat tiba di PMI, Anda akan diminta mengisi formulir donor darah dan diperiksa terlebih dahulu meliputi kondisi fisik, hemoglobin darah, dan skrining penyakit.

Pemeriksaan fisik mencakup tekanan darah, nadi, suhu, laju napas, dan berat badan. Jika kondisi fisik Anda cukup stabil untuk donor darah, akan dilakukan pemeriksaan kadar HB dan skrining beberapa penyakit, seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, dan beberapa jenis penyakit yang dapat ditularkan melalui darah lainnya.

Bila lolos pemeriksaan fisik dan skrining, Anda akan diminta berbaring. Kemudian darah Anda akan diambil dari pembuluh darah tangan melalui jarum dan dialirkan ke kantong darah. Biasanya dalam satu sesi donor darah, akan diambil sekitar 250–350 ml darah. Ini disesuaikan dengan kadar Hb dan berat badan Anda.

Proses pengambilan darah berlangsung sekitar 30 menit. Setelah itu, Anda akan diminta beristirahat terlebih dahulu sebelum pulang.

Untuk siapa darah Anda diberikan?

Darah Anda akan diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan darah. Ada orang-orang yang membutuhkan transfusi darah rutin, misalnya orang dengan talasemia, kanker darah, atau gangguan pembentukan sel darah.

Ada pula orang-orang yang membutuhkan darah segera, misalnya transfusi darah pada orang yang mengalami perdarahan karena kecelakaan, ibu melahirkan, atau orang-orang yang akan menjalani operasi besar.

Bayangkan jika Anda, anak Anda, atau keluarga Anda termasuk orang-orang yang membutuhkan darah tetapi darah tidak tersedia di PMI. Apa yang akan Anda lakukan? Pasti sungguh repot jika harus mencari sendiri orang yang dapat mendonorkan darah. Itulah sebabnya, bagi orang yang sehat, mendonorkan darah merupakan hal yang sangat dianjurkan.

Amankah donor darah selama puasa?

Pada dasarnya, mendonorkan darah selama berpuasa aman dilakukan oleh orang yang sehat. Akan tetapi, memang ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat donor darah selama puasa, yaitu:

1. Waktu

Waktu yang paling tepat untuk melakukan donor darah selama puasa adalah pagi hari atau malam hari setelah berbuka. Pada siang dan sore hari, biasanya tubuh mengalami kekurangan cairan tubuh akibat puasa sehingga pengambilan darah berisiko menyebabkan pusing dan turunnya tekanan darah. Bagi wanita, donor darah selama masa menstruasi juga tidak dianjurkan.

2. Persiapan

Jika ingin melakukan transfusi darah, persiapkan diri Anda sejak satu hari sebelumnya. Pastikan Anda makan sahur yang bernutrisi serta minum air untuk menjaga daya tahan tubuh dan kecukupan cairan tubuh selama puasa. Selain itu, istirahatlah sehari sebelum donor agar kondisi tubuh Anda optimal untuk melakukan donor darah.

Kesimpulan
Bolehkah Donor Darah Saat Berpuasa? Boleh, mendonorkan darah selama berpuasa aman asalkan donor dilakukan pada waktu yang tepat dan dengan persiapan yang baik. Jadi, jangan takut donor darah selama puasa, ya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*