Bolehkah Makan Yoghurt Saat Sahur atau Buka Puasa?

Bolehkah Makan Yoghurt Saat Sahur atau Buka Puasa? – Rasa asam yoghurt membuat orang ragu apakah makanan sehat ini aman untuk dikonsumsi saat sahur atau buka puasa.

Saat sahur atau puasa, Anda membutuhkan makanan yang bergizi dan bermanfaat bagi tubuh. Salah satu makanan sehat yang menyimpan banyak manfaat adalah yoghurt. Namun, dengan rasanya yang asam, apakah yoghurt aman dikonsumsi saat sahur dan buka puasa? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Canadian Research and Development Center for Probiotics menyatakan bahwa yoghurt mengandung kalsium dan rendah lemak. Yoghurt juga bermanfaat dalam mengurangi rasa sakit kepala hingga peradangan bagi Anda yang mengonsumsinya secara rutin. Makan yoghurt secara teratur akan merangsang pertumbuhan dan aktivitas bakteri bersahabat di dalam usus.

Tak hanya itu, probiotik juga bermanfaat untuk membantu mencegah serta mengobati beberapa penyakit seperti mengurangi risiko infeksi saluran kencing. Selain itu juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh selama menjalankan ibadah puasa.

Yoghurt untuk sahur dan buka puasa

Ternyata, tak masalah jika Anda ingin mengonsumsi yoghurt di saat sahur dan buka puasa selama bulan Ramadan. Menurut British Nutrition Foundation, yoghurt bisa menjadi makanan yang baik dengan kandungan nutrisi seperti protein, kalsium, yodium dan vitamin B.

Untuk mengonsumsinya, Anda dapat menambahkan buah-buahan ke dalam yoghurt. Dengan demikian, kesehatan tubuh Anda pun terjaga.

Berdasarkan penjelasan dr. Adithia Kwee dari KlikDokter, yoghurt merupakan hasil olahan susu. Dengan mengonsumsi yoghurt artinya Anda sekaligus mengonsumsi protein hewani.

“Dalam 6 ons yoghurt terdapat 9 gram protein. Selain protein, nutrisi lain juga terkandung di dalamnya, seperti kalsium, vitamin B2, vitamin B12, potasium, dan magnesium,” jelasnya.

Hal yang tak kalah penting adalah adanya kandungan probiotik dalam yoghurt. Probiotik adalah bakteri baik yang secara normal terdapat dalam sistem saluran cerna manusia.

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa probiotik akan membentuk koloni sementara, yang dapat membantu aktivitas tubuh dengan fungsi yang sama dengan mikroflora alami dalam saluran pencernaan.

“Dengan Anda mengonsumsi bakteri baik tersebut, sistem pertahanan tubuh akan lebih baik, sehingga tidak mudah terserang penyakit, khususnya yang menyerang saluran pencernaan,” tambah dr. Adithia.

Penjelasan tersebut pun mengamini bahwa mengonsumsi yoghurt setiap hari selama puasa tidak masalah. Anda dapat mengonsumsinya pada saat sahur dan berbuka.

Tips konsumsi yoghurt selama berpuasa

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan saat ingin memasukkan yoghurt ke dalam menu sahur atau buka puasa:

1. Pilih yang rendah lemak

Yoghurt yang rendah lemak atau murni tanpa varian rasa adalah yang terbaik. Karena ketika Anda memilih yoghurt dengan varian rasa, kandungan lemak jenuh dan kalori yang lebih banyak dari gula perasa dapat berbahaya bagi tubuh.

2. Tambahkan potongan buah segar

Anda dapat menambahkan buah-buahan segar atau kacang-kacangan ke dalam yoghurt. Menu ini sangat pas untuk membuat tubuh lebih bertenaga, terutama saat sahur. Sehingga, Anda tak mudah mengantuk dan dapat beraktivitas kembali dengan semangat.

3. Batasi konsumsi

Informasi dari Department of Agriculture di Amerika menyarankan batasan konsumsi yoghurt dalam sehari sebaiknya tidak lebih dari 1 cangkir. Karena dalam 1 cangkir yoghurt murni mengandung 73 kalori, sehingga konsumsi melebihi 1 cangkir tidak baik untuk kesehatan.

Jadi, meskipun rasanya asam, yoghurt aman untuk dikonsumsi saat sahur ataupun buka puasa di bulan Ramadan. Dengan berbagai manfaat yoghurt di atas, Anda pasti tertarik untuk mencoba produk probiotik ini saat buka puasa atau sahur selama Ramadan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*