Jenis Penyakit Paru-Paru

Sobat Mitoha, tentu tahu dong dengan yang namanya paru-paru? jawabnya pasti tahu, tapi secara anatomi, fungsi, penyakit dan prosedur terkait, pasti banyak yang belum tahu akan hal itu.

Ok, kita bahas sedikit ya untuk memberi gambaran dan menambah wawasan kita terkait dengan organ tubuh paling vital ini.

Apa sih Paru-paru?

Paru-paru adalah organ yang berperan dalam sistem pernafasan, dimana terdapat pertukaran oksigen dan juga pertukaran karbondioksida di dalam darah. Proses pergantian oksigen dengan karbondioksida tersebut dinamakan dengan respirasi.

Karena itulah Sobat Mitoha, Paru-paru adalah organ yang sangat penting bagi manusia. Apabila fungsi paru-paru mengalami gangguan karena satu dan lain hal, maka otomatis sangat berpengaruh bagi kesehatan manusia dan harus ditangani dengan seksama.

Paru-paru terdiri dari dua organ yang berisi udara. Masing-masing organ terletak di tiap sisi toraks. Paru-paru, baik yang kanan maupun kiri, terhubung dengan trakea atau pipa angin dengan beberapa cabang yang disebut bronkioli dan memiliki cabang lebih kecil dengan sebutan bronkiolus.

Namun tidak berhenti sampai disitu, bronkiolus memiliki cabang dengan ukuran mikroskopik yang dikenal dengan nama alveoli. Paru-paru memiliki 300 – 500 juta alveoli, yang ditopang oleh lapisan pembuluh darah tipis dan sel yang disebut interstitium.

Paru-paru sebelah kanan memang lebih besar daripada yang kiri karena berbagi tempat dengan jantung. Perbedaan lainnya adalah paru-paru kanan memiliki tiga lobus, sedangkan yang kiri hanya dua. Lobus-lobus tersebut bagian bronkopulmonari dan lobula yang berbeda.

Jenis-Jenis Penyakit Paru-Paru

Jenis penyakit paru-paru harus diketahui sebab dengan mengetahui penyakit paru-paru secara dini, diharapkan pengobatan yang dilakukan dan didapatkan akan maksimal.

Tuberkulosis (TBC)


Tuberkulosis (TB) yang juga dikenal dengan singkatan TBC, adalah penyakit menular paru-paru yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini ditularkan dari penderita TB aktif yang batuk dan mengeluarkan titik-titik kecil air liur dan terinhalasi oleh orang sehat yang tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit ini.

sumber: sehatpintar

TB termasuk dalam 10 besar penyakit yang menyebabkan kematian di dunia. Data WHO menunjukkan bahwa pada tahun 2015, Indonesia termasuk dalam 6 besar negara dengan kasus baru TB terbanyak.

Penyebab: penyakit ini dapat menular melalu percikan ludah pada saat penderita bersin atau batuk. Penyebabnya adalah bakteri Mycobacterium tuberculosi

Gejala: batuk berdahak lebih dari 3 minggu, dan juga dapat disertai batuk berdarah. Selain itu penderita biasanya mengalami demam pada sore dan pagi hari, dan pada saat malam akan berkeringat. Nafsu makanpun akan menurun.

Pencegahan dan solusi: jika keluarga atau teman Anda mengalami gejala di atas, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk memastikan apakah memang TBC.

Kanker Paru-Paru


Kanker paru-paru adalah suatu kondisi dimana sel-sel tumbuh secara tidak terkendali di dalam paru-paru (organ yang berfungsi untuk menyebarkan oksigen ke dalam darah saat menghirup napas dan membuang karbondioksida saat menghela napas). Kanker paru-paru merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum terjadi.

sumber: sehatalamiku

Meskipun begitu, kanker paru-paru termasuk salah satu jenis kanker yang paling bisa dicegah. Kondisi ini kebanyakan diderita oleh para perokok aktif dan pasif. Pada tahap awal, tidak ada tanda atau gejala kanker paru-paru yang jelas.

Tapi kemudian gejala: seperti batuk secara berkelanjutan hingga mengalami batuk darah, selalu merasa kehabisan napas, kelelahan tanpa alasan,dan penurunan berat badan akan muncul.

Penyebab: meski banyak faktor penyebabnya namun asap rokok yang banyak mengandung zat beracun, adalah penyebab utama kanker paru-paru. Bukan hanya perokok aktif saja yang dapat terkena kanker paru-paru akan tetapi perokok pasif juga mempunyai resiko terserang kanker paru-paru, bahkan persentasenya lebih besar dibanding dengan perokok aktif. Kanker paru-paru dapat disebabkan oleh radiasi radio aktif, stres dan bahan kimia beracun.

Pencegahan dan solusi: makan makanan yang mengandung antioksidan yang dapat mencegah tumbuhnya sel kanker dan hindari rokok dan asap rokok.

Bronkitis


Bronkitis adalah infeksi pada saluran pernapasan utama dari paru-paru atau bronkus yang menyebabkan terjadinya peradangan atau inflamasi pada saluran tersebut. Kondisi ini termasuk sebagai salah satu penyakit pernapasan.

sumber: ibfnetwork

Penyebab: merupakan peyakit peradangan pada bronkus (saluran yang membawa udara menuju paru-paru). Penyebabnya bisa dikarenakan infeksi bakteri, kuman, atau virus. Penyebab lainnya adalah debu, asap rokok, atau polutan udara.

Gejala: batuk disertai dengan demam dan dahak berwarna kuning jika penyebabnya adalah infeksi kuman. Sedangkan jika sudah kronis dapat terjadi batuk berdahak serta sesak napas selama berbulan-bulan bahkan bisa beberapa tahun.

Pencegahan dan solusi: tingkatkan daya tahan tubuh Anda dengan mengonsumsi makanan seperti sayur dan buah-buahan. Sedangkan untuk menghentikan bronkitis kronis hentikan kebiasaan merokok Anda dan juga hindari asap rokok agar tidak menjadi perokok pasif.

Emfisema


Emfisema adalah penyakit progresif jangka panjang pada paru-paru yang umumnya menyebabkan napas menjadi pendek. Jaringan paru-paru, yang berperan pada bentuk fisik paru-paru dan fungsi pernapasan, pada penderita emfisema sudah rusak.

sumber: google

Emfisema merupakan salah satu penyakit yang termasuk dalam kelompok penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Penyakit ini digolongkan sebagai penyakit paru-paru obstruktif karena kerusakan jaringan paru-paru di sekitar saluran udara yang lebih kecil, bronkiolus.

Kerusakan ini akan membuat bentuk fisik paru-paru tidak normal saat kita menghembuskan napas keluar. Bentuk abnormal ini akan mengganggu pertukaran udara kotor dan udara bersih, sehingga oksigen yang masuk dan karbondioksida yang keluar dari aliran darah di paru tidak maksimal.

Penyebab: disebabkan oleh hilangnya keelastisan alveolus. alveolus adalah gelembung-gelembung yang ada dalam paru-paru. Penderita penyakit ini volume paru-parunya lebih besar dibanding dengan orang yang normal. Asap rokok dan kekurangan enzim Alfa-1 adalah penyebab utamanya.

Gejala: sesak napas dalam waktu yang lama dan tidak dapat diatasi dengan obat yang digunakan penderita asma, nafsu makan menurun dan berat badanpun menurun.

Pencegahan dan solusi: menghindari rokok dan asap rokok adalah langkah terbaik untuk mencegah penyakit ini

Asma


Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas. Selain sulit bernapas, penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti nyeri dada, batuk-batuk, dan mengi. Asma bisa diderita oleh semua golongan usia, baik muda atau tua.

sumber: produkperlebahan

Meskipun penyebab pasti asma belum diketahui secara jelas, namun ada beberapa hal yang kerap memicunya, seperti asap rokok, debu, bulu binatang, aktivitas fisik, udara dingin, infeksi virus, atau bahkan terpapar zat kimia.

Bagi seseorang yang memiliki penyakit asma, saluran pernapasannya lebih sensitif dibandingkan orang lain yang tidak hidup dengan kondisi ini. Ketika paru-paru teriritasi pemicu di atas, maka otot-otot saluran pernapasan penderita asma akan menjadi kaku dan membuat saluran tersebut menyempit. Selain itu, akan terjadi peningkatan produksi dahak yang menjadikan bernapas makin sulit dilakukan.

Penyebab: disebabkan oleh penyempitan sementara pada saluran pernapasan yang menyebabkan penderita sulit untuk bernapas. Penyempitan ini terjadi pada pembuluh tenggorokan. Penyakit ini juga bisa dari faktor keturunan, perubahan suhu, debu, dan kelembaban, gerak badan yang berlebih atau ketegangan emosi.

Gejala: sulit bernapas disertai suara mengi.

Pencegahan dan solusi: hindari hal-hal yang dapat menyebabkan alergi pada penderita sehingga terjadi serangan asma.

Pneumonia (Paru-Paru Basah)


Pneumonia atau dikenal juga dengan istilah paru-paru basah adalah infeksi yang memicu inflamasi pada kantong-kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru. Pada pengidap pneumonia, sekumpulan kantong-kantong udara kecil di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru akan membengkak dan dipenuhi cairan

sumber: dedaunan

Penyakit ini juga sering disebut bronkopneumonia, pneumonia lobular, dan pneumonia bilateral. Secara umum, pneumonia dapat ditandai dengan gejala-gejala yang meliputi batuk, demam, dan kesulitan bernapas.

Penderita Pneumonia di Indonesia
Pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian anak-anak tertinggi di dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa penyakit ini memicu 15% dari seluruh kematian anak-anak di bawah usia 5 tahun. Pada tahun 2015, terdapat lebih dari 900.000 anak-anak yang meninggal akibat pneumonia.

Di Indonesia sendiri, pneumonia diperkirakan telah merenggut sekitar 25.000 jiwa balita pada tahun 2013.

Siapa saja yang Berisiko Tinggi Mengidap Pneumonia?

Semua orang bisa terserang penyakit ini. Tetapi, pneumonia umumnya ditemukan dan berpotensi untuk bertambah parah pada:

  • Bayi serta anak-anak di bawah usia 2 tahun.
  • Lansia di atas 65 tahun
  • Perokok. Rokok tak hanya meningkatkan risiko pneumonia, tapi juga beragam penyakit lain.
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah, misalnya pengidap HIV atau orang yang sedang menjalani kemoterapi.
  • Pengidap penyakit kronis, seperti asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
  • Pasien di rumah sakit, terutama yang menggunakan ventilator.

Penyebab: infeksi jaringan paru (parenkim) yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Umumnya disebabkan oleh bakteri bakteri Mycoplasma pneumoniae dan streptokokus (Streptococcus).

Gejala: batuk berdahak, dahak berwarna kuning dan kental, sesak napas disertai dengan demam dan sakit pada dada.

Pencegahan dan solusi: jaga daya tahan tubuh dan kebersihan. Biasakan untuk mencuci tangan, berolahraga secara teratur dan makan makanan bergizi.

Ok Sobat Mitoha, saran mimin jaga kesehatan, jangan sering begadang, hindari minuman alkohol, berhenti merokok, sayangi Paru-Paru Sobat, dan jangan lupa sedia selalu Jelly Gamat Golden Mitoha untuk menjaga stamina dan daya tahan tubuh sobat. Salam Sehat!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*