Makan Ketupat Bikin Gemuk, Kok Bisa?

Makan Ketupat Bikin Gemuk, Kok Bisa? – Lebaran tentu tak lengkap tanpa kehadiran ketupat. Namun, hati-hati, makan ketupat terlalu banyak bisa menyebabkan kegemukan. Baca selengkapnya di sini.

Salah satu hal yang dinanti saat Lebaran adalah menikmati hidangan khas hari raya. Sepiring ketupat dengan lauk opor ayam, sayur labu, sambal goreng kentang, dengan taburan bawang goreng dan kerupuk—begitu nikmat untuk disantap setelah bercengkerama dan maaf-maafan. Namun, waspadalah karena terlalu banyak makan ketupat bisa berujung pada kegemukan.

Ketupat adalah makanan berbahan utama beras yang dimasukkan ke dalam kantong anyaman janur kelapa. Selanjutnya, ketupat ditanak dan disajikan sebagai pengganti nasi biasa. Selain dikonsumsi saat Lebaran, ketupat juga sering ditemui sehari-hari sebagai menu sarapan seperti ketupat sayur.

Waspada terhadap kalori tinggi yang dimiliki ketupat

Ketupat termasuk golongan makanan berkalori tinggi. Jika dibandingkan dengan nasi putih, dalam 100 gram nasi putih mengandung 129 kalori sedangkan 100 gram ketupat mengandung 160 kalori. Sedihnya lagi, biasanya orang tak akan berhenti makan ketupat dan lauknya saat Lebaran ketika isi piring pertamanya habis.

Belum lagi jenis lauk pendamping ketupat seperti opor ayam, ayam goreng, empal daging, sambal goreng kentang, hati ayam, dendeng balado, lengkap dengan aneka kerupuk. Makanan-makanan tersebut juga diketahui mengandung kalori yang cukup tinggi.

Mari perhatikan jumlah kalori aneka lauk khas Lebaran secara singkat.

  •  Seporsi opor ayam yang berisi ayam dan kuah santan bisa mencapai 700–800 kalori
  • Sepotong ayam goreng bagian paha mengandung 140 kalori
  • Empal daging dapat bervariasi antara 160–248 kalori, tergantung jenis dagingnya
  • 100 gram sambal goreng kentang dan hati ayam mengandung 127 kalori
  • 40 gram dendeng balado mengandung 338 kalori
  • Lima buah kerupuk mengandung 100 kalori dan lima buah emping mengandung 35 kalori

Jika semua hidangan tersebut dikonsumsi, jumlah sendiri kalori yang Anda kantongi akan membengkak. Bisa mencapai 1500–2000 kalori sekali makan! Padahal, jumlah asupan kalori per hari orang dewasa adalah 2000 untuk wanita dan 2500 untuk pria dengan aktivitas sedang. Bayangkan berapa jumlah kalori yang Anda lahap jika perayaan Lebaran (beserta jamuan makannya) dilakukan selama dua hari atau lebih dengan aktivitas fisik yang rendah—kegemukan dapat mengancam!

Kenaikan berat badan atau kegemukan dapat terjadi jika asupan kalori yang masuk melebihi kalori yang keluar atau dibakar oleh tubuh. Kalori yang berlebihan ini disimpan di dalam tubuh dalam bentuk lemak. Lemak dalam tubuh dapat disimpan di organ dalam, perut, bahkan seluruh tubuh, sehingga keadaan ini dapat menyebabkan kegemukan dan perut buncit.

 Tips mencegah kegemukan usai Lebaran

Tentunya Anda tak mau, kan, badan justru melebar usai Lebaran? Jika tidak, lakukan beberapa langkah ini untuk mencegah kegemukan:

 1. Kontrol porsi makan

Hindari makan dalam porsi banyak. Ambil makanan dengan piring kecil dan makanlah dengan perlahan. Sebisa mungkin jangan duduk dekat dengan tempat makanan dihidangkan supaya Anda tidak tergoda untuk mengisi ulang piring yang telah kosong lagi dan lagi.

2. Kurangi gula

Putri salju, nastar, lapis legit, es buah, es cendol, semuanya itu bisa dibilang adalah menu manis yang sering ditemui saat Lebaran. Mengonsumsi gula secara berlebihan dapat menyebabkan berat badan meningkat dan tentunya tak baik untuk penderita kolesterol dan diabetes.

Kalori dari dua buah kue sagu keju misalnya, memang hanya 46 kalori. Akan tetapi, apakah makan dua buah sudah cukup? Biasanya Anda akan terus-menerus mencomotnya dari toples hingga tak terasa Anda sudah menghabiskan setengahnya. Kalau sudah begini, coba jumlahkan kalori yang sudah Anda konsumsi …

3. Coba ganti nasi putih dengan nasi merah untuk membuat ketupat

Nasi merah punya kandungan serat yang tinggi. Serat yang tinggi ini dapat membuat Anda kenyang lebih cepat dengan porsi lebih sedikit, serta tidak membuat Anda cepat lapar. Jika ketupat nasi merah ini dikombinasikan dengan lauk Lebaran seperti opor ayam atau sayur labu santan, serat dari nasi merah ini akan membantu mengikat kelebihan lemak dalam tubuh dan membantunya dicerna ke luar tubuh. Berat badan pun jadi lebih bisa dikontrol.

4. Sarapan sebelum keliling mengunjungi rumah saudara

Sepulang salat Idulfitri, ada baiknya untuk sarapan terlebih dulu di rumah sebelum berkunjung ke tempat saudara. Pilihlah sarapan yang tinggi serat dan rendah kalori, misalnya beras merah, oatmeal, atau roti gandum. Dengan begitu, Anda akan kenyang lebih lama sehingga tidak makan berlebihan saat berkunjung ke rumah saudara nantinya.

5. Batasi makanan bersantan atau berlemak

Ketupat, opor ayam, dan sambal goreng hati memang bikin lidah bergoyang. Namun, tahukah Anda bahwa satu sendok makan santan bisa menyumbang 34 kalori? Jadi, lebih baik batasi konsumsi jenis makanan tersebut daripada Anda menyesal saat melihat jarum timbangan terus bergeser ke kanan.

Meski nikmat, ketupat dan berbagai hidangan Lebaran bisa membuat berat badan melonjak. Yuk, saling mengingatkan untuk membatasi jumlah makanan yang dikonsumsi dan tetap memprioritaskan makanan sehat. Hindari makan secara berlebihan supaya tidak kegemukan setelah Lebaran usai.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*