Asma, Ini Bukan Nama Cewek, Tapi Penyakit!

sumber: klikdokter

Banyak pengidap asma yang kewalahan dengan pengaruh yang ditimbulkan penyakit terhadap kehidupan seks mereka. Eh! kok ngomongin sek, emang ada hubungannya ya? yuk sobat kita kenali dulu tentang neng asma ini.

Pengertian Penyakit Asma

Asma adalah penyakit pernapasan jangka panjang yang ditandai dengan penyempitan dan radang saluran udara. Akibatnya, ada perasaan sesak napas dan kesulitan bernapas. Gejala asma lainnya termasuk nyeri dada, batuk dan mengi.

Rute pernapasan asma biasanya lebih sensitif daripada yang lain. Ketika paru-paru seorang asthmatist terganggu oleh salah satu pemicu, otot-otot pernafasan menjadi kaku dan saluran udara menyempit. Pemicu termasuk asap rokok, bahan kimia, bulu hewan atau bahkan udara dingin.

WHO memperkirakan bahwa sekitar 235 juta orang di dunia adalah penderita asma. Menurut data dari Data Riset Kesehatan Kementerian Kesehatan Indonesia 2013, penderita asma di Indonesia mewakili 4,5 persen dari total penduduk. Prevalensi asma tertinggi di Sulawesi Tengah adalah 7,8 persen, diikuti oleh Nusa Tenggara Timur sebesar 7,3 persen, DI Yogyakarta sebesar 6,9 persen dan Sulawesi Selatan sebesar 6,7 persen.

Asma dapat menyerang siapa saja dan tidak bisa disembuhkan. Penanganan yang tepat, bagaimanapun, dapat menjaga kejang di bawah kontrol dan mereka yang terkena dapat menikmati kehidupan yang berkualitas.

Jika Sobat menderita asma sejak masa kanak-kanak, gejalanya mungkin hilang saat remaja dan kembali di masa dewasa. Namun, gejala asma pada kategori anak tengah dan berat cenderung terus berlanjut. Asma dapat terjadi pada usia berapapun, tidak harus sejak kecil.

Asma adalah penyakit kronis. Jika tidak ditangani dengan benar, kualitas efek kehidupan dapat ditentukan, termasuk:

  • Agak lelah
  • Masalah psikologis seperti depresi
  • Gangguan pertumbuhan pada anak-anak
  • Asma refrakter, asma parah menyatakan meskipun fakta bahwa terapi telah digunakan secara penuh
  • Saya tidak bisa bernapas
  • Kerusakan paru-paru
  • asma

Diagnosis

Untuk mengkonfirmasi diagnosis asma, dokter melakukan serangkaian tes. Berdasarkan wawancara pasien, Sobat mengajukan pertanyaan tentang gejala yang diamati, seperti timbulnya gejala dan kejadiannya, atau sesak napas dengan nyeri dada dan riwayat kesehatan keluarga.

Jika informasi yang diperoleh mengarah ke asma, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes laboratorium.

Penelitian alergi

Dokter akan melakukan tes alergi untuk mengetahui apakah gejala asma dapat menyebabkan sesuatu karena alergi.
CT scan

Jika dokter mencurigai adanya masalah pernapasan, bukan sebagai gejala asma, tetapi lebih sebagai pneumonia atau kelainan pada rongga hidung, CT scan dilakukan.

Gejala

Kebanyakan penderita asma pasti pernah merasakan kesulitan bernapas. Penderita dengan kondisi parah malah mungkin mengalaminya lebih sering. Gejala utama asma antara lain mengi (suara yang dihasilkan udara saat melalui saluran pernapasan yang menyempit), dada terasa seperti ada yang menghimpit, batuk, dan sulit bernapas.

Penyebab

Asma belum diketahui penyebabnya. Penderita asma memiliki saluran pernapasan yang bengkak dan sensitif. Ketika terpapar faktor pemicu asma, saluran pernapasan lebih mudah menyempit dan tersumbat lendir.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat memicu terjadinya gejala penyakit asma:

  • Infeksi, terutama yang berhubungan dengan saluran napas atas seperti flu
  • Bulu binatang
  • Asap rokok, polusi udara
  • Obat-obatan, misalnya obat pereda sakit anti-inflamasi nonsteroid seperti aspirin dan ibuprofen
  • Emosi berlebihan, misalnya tertawa terbahak-bahak
  • Alergi makanan, misalnya alergi kacang-kacangan
  • Stres
  • Cuaca, termasuk perubahan suhu udara, udara dingin, lembap
  • Kondisi dalam ruangan yang lembap atau berdebu
  • Olahraga

Begitu pemicu sudah diketahui, usahakan untuk menghindarinya agar dapat mengontrol gejala asma.
Faktor Risiko

Walaupun penyebab pasti asma belum diketahui. Namun, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko Anda terhadap penyakit tersebut, termasuk hal di bawah ini:

  • Memiliki riwayat keluarga berpenyakit asma atau atopik seperti eksim
  • Memiliki kondisi atopik
  • Menderita bronkitis
  • Terpapar asap rokok pada masa kanak-kanak
  • Ibu merokok saat mengandung pasien
  • Lahir sebagai bayi prematur atau berat badan lahir rendah

Pengobatan

Penanganan asma memiliki dua tujuan, yaitu meredakan gejala dan mencegah gejala kambuh. Tentunya pengobatan harus disesuaikan dengan hasil diagnosis dokter dan kondisi penderita.

Pengobatan utama asma antara lain:

  • Menghindari pemicu munculnya gejala
  • Menggunakan inhaler pereda –digunakan untuk meredakan gejala asma jangka pendek dengan membuat saluran pernapasan rileks
  • Penggunaan inhaler pencegah –digunakan rutin setiap hari untuk mengurangi radang pada saluran pernapasan dan mencegah gejala asma kambuh
  • Penggunaan inhaler kombinasi pencegah dan pereda –digunakan setiap hari agar mencegah timbulnya gejala asma serta membuat saluran pernapasan rileks dalam jangka waktu lebih lama

Untuk suplemen herbalnya buat membantu pengobatan asma kami merekomendasikan ke sobat untuk mengonsumsi Mitoha Golden Gamat Emas membantu menambah stamina dan daya tahan tubuh. Salam Sehat!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*