Benarkah Anak Autis Itu Cerdas?

Gangguan spektrum autisme (GSA) adalah gangguan perkembangan saraf yang sangat kompleks dan setidaknya memengaruhi satu dari 68 anak. Gangguan ini ditandai dengan berbagai gejala termasuk kesulitan komunikasi dan berinteraksi.

Sebelum kita bahas lebih lanjut, kita kenali dulu apa itu autis, wokeh sobat?

Pengertian Autisme

Autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi kemampuan anak dalam berkomunikasi, interaksi sosial, dan perilaku. ASD tak hanya mencakup autisme, tapi juga melingkupi sindrom Asperger, sindrom Heller, dan gangguan perkembangan pervasif (PPD-NOS).

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, diperkirakan ada sekitar 2,4 juta orang penyandang autisme di Indonesia pada tahun 2010. Jumlah penduduk Indonesia pada saat itu mencapai 237,5 juta jiwa, berarti ada sekitar satu penyandang autisme pada setiap 100 bayi yang lahir.

Sangatlah penting untuk mewaspadai gejala-gejalanya sedini mungkin, sebab ASD termasuk kondisi yang tidak bisa disembuhkan. Meski demikian, terdapat berbagai jenis penanganan serta langkah pengobatan intensif yang bisa membantu para penyandang autisme untuk menyesuaikan diri dalam kehidupan sehari-hari, serta mencapai potensi mereka secara maksimal

Gejala Autisme

Kemunculan gejala dan tingkat keparahan pada tiap penyandang autisme sangat bervariasi. Tingkat keparahan autisme umumnya ditentukan berdasarkan masalah komunikasi dan perilaku repetitif yang dialami oleh penderitanya serta bagaimana gangguan-gangguan ini memengaruhi kemampuannya untuk berfungsi dalam masyarakat.

Secara umum, gejala autisme terdeteksi pada usia awal perkembangan anak sebelum mencapai tiga tahun. Berikut adalah beberapa gejala umum yang mungkin dapat membantu Anda untuk lebih waspada.

Gejala Menyangkut  Interaksi dan Komunikasi Sosial

  • Perkembangan bicara yang lamban atau sama sekali tidak bisa bicara.
  • Tidak pernah mengungkapkan emosi atau tidak peka terhadap perasaan orang lain.
  • Tidak merespons saat namanya dipanggil, meski kemampuan pendengarannya normal.
  • Tidak mau bermanja-manja atau berpelukan dengan orang tua serta saudara.
  • Cenderung menghindari kontak mata.
  • Jarang menggunakan bahasa tubuh.
  • Jarang menunjukkan ekspresi saat berkomunikasi.
  • Tidak bisa memulai percakapan, meneruskan obrolan, atau hanya bicara saat meminta sesuatu.
  • Nada bicara yang tidak biasa, misalnya datar seperti robot.
  • Sering mengulang kata-kata dan frasa, tapi tidak mengerti penggunaannya secara tepat.
  • Cenderung terlihat tidak memahami pertanyaan atau petunjuk sederhana.
  • Tidak memahami interaksi sosial yang umum, misalnya cara menyapa.

Gejala Menyangkut Pola Perilaku

  • Memiliki kelainan dalam pola gerakan, misalnya selalu berjinjit.
  • Lebih suka rutinitas yang familier dan marah jika ada perubahan.
  • Tidak bisa diam.
  • Melakukan gerakan repetitif, misalnya mengibaskan tangan atau mengayunkan tubuh ke depan dan belakang.
  • Cara bermain repetitif dan tidak imajinatif, misalnya menyusun balok berdasarkan ukuran atau warna daripada membangun sesuatu yang berbeda.
  • Hanya menyukai makanan tertentu, misalnya memilih makanan berdasarkan tekstur atau warna.
  • Sangat terpaku pada topik atau kegiatan tertentu dengan intensitas fokus yang berlebihan.
  • Cenderung sensitif terhadap cahaya, sentuhan, atau suara, tapi tidak merespons terhadap rasa sakit.

Periksakanlah diri Anda atau anak Anda ke dokter jika mengalami gejala-gejala tersebut. Penting bagi pengidap untuk menjalani penanganan sesegera mungkin agar keefektifannya meningkat.

Gangguan Lain dan Autisme

Penyandang autisme umumnya juga memiliki gejala atau pengaruh dari gangguan lain, misalnya hiperaktif (ADHD), epilepsi, sindrom Tourette (kedutan berulang di area tubuh tertentu), gangguan obsesif kompulsif (OCD), depresi, gangguan kecemasan menyeluruh, gangguan belajar, gangguan sensorik, serta gangguan bipolar.

Tiap gangguan tersebut mungkin membutuhkan penanganan secara terpisah, misalnya obat-obatan atau terapi perilaku kognitif.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*