Batuk Tidak Sembuh-Sembuh, Apa Obatnya?

sumber: dreamstime

Batuk yang tak kunjung sembuh, tentu sangat mengganggu aktivitas. Meski dianggap sebagai keluhan ringan, namun batuk yang bertahan selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan tentunya tidak boleh dianggap ringan. Bila obat yang kita konsumsi tidak juga membuat batuk pergi, bisa jadi batuk tersebut adalah batuk kronis.

Sebelumnya mari sobat kita ketahui dulu tentang penyakit bantuk ini.

Pengertian Batuk

Batuk-batuk merupakan refleks tubuh untuk membersihkan saluran napas dari lendir atau bahan penimbul iritasi lain seperti debu atau asap. Refleks batuk ini adalah reaksi normal dan pertanda bahwa tubuh berfungsi dengan baik.

Bila terjadi batuk kering biasanya tenggorokan terasa gatal meskipun tidak ada dahak (lendir kental). Sedangkan batuk berdahak berarti terjadi produksi dahak yang sebetulnya berfungsi untuk membersihkan saluran napas.

Diagnosis

Batuk-batuk pada dasarnya merupakan gejala dari suatu penyakit. Untuk mengetahui penyebab batuk biasanya dokter akan menanyakan riwayat kesehatan seseorang dan melakukan pemeriksaan fisik.

Selain itu, untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang lebih detil bisa dilakukan pemeriksaan penunjang seperti tes darah, tes alergi, radiologi sinar X di dada, atau analisis sampel dahak. Akan tetapi pemeriksaan lengkap macam ini umumnya tidak dilakukan jika dokter menganggap seseorang lebih terindikasi mengalami batuk-batuk biasa

Gejala

Batuk-batuk biasanya merupakan gejala ringan dari flu. Umumnya ada tanda lain, seperti:

  • Tenggorokan gatal pada batuk kering
  • Tanyak lendir atau dahak pada batuk berdahak
  • Meriang atau menggigil
  • Bersin-bersin atau pilek atau hidung tersumbat
  • Nyeri kepala

Penyebab

Ada banyak penyebab batuk-batuk, khususnya batuk akut. Berikut beberapa di antaranya:

  • Infeksi saluran pernapasan atas yang menyerang tenggorokan dan sinus, seperti gangguan flu, radang tenggorokan, sinusitis, dan batuk rejan.
  • Infeksi saluran pernapasan bawah yang menyerang trakea (batang tenggorok), bronkus (saluran pernapasan di rongga dada), bronkiolus (cabang saluran bronkus), dan paru-paru seperti bronkitis atau pneumonia.
  • Alergi seperti alergi rhinitis (radang selaput hidung).
  • Kekambuhan dari penyakit kronik seperti asma, bronkitis kronik dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • Terhirup debu atau asap

Batuk pada anak-anak biasanya juga disebabkan oleh infeksi saluran napas atas, asma, atau GERD. Bisa juga disebabkan oleh:

  • Bronkiolitis (radang pada batang saluran pernapasan)
  • Croup (infeksi virus yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada saluran pernafasan bagian atas, yaitu laring, trakea dan bronkus)
  • Batuk rejan (dikenal juga sebagai pertussis atau batuk 100 hari akibat infeksi bakteri pada saluran pernapasan)

Pengobatan

Tidak ada cara cepat untuk menyembuhkan batuk akibat infeksi virus. Batuk biasanya akan sembuh dengan sendirinya setelah sistem kekebalan tubuh memusnahkan virus. Tapi terdapat sejumlah cara untuk meredakan batuk yang bisa kita lakukan. Langkah-langkah sederhana tersebut meliputi:

  • Mengonsumsi air madu bercampur lemon. Ini merupakan ramuan paling sederhana dan murah yang bisa digunakan untuk menangani batuk. Dengan melembapkan tenggorokan, madu dapat meringankan iritasi yang menyebabkan batuk. Tetapi, sebaiknya Anda tidak memberi madu pada bayi di bawah usia satu tahun, karena berisiko terkena botulisme (keracunan madu) pada bayi.
  • Memastikan Anda atau anak Anda banyak minum cairan. Langkah ini dapat membantu mencairkan dahak di tenggorokan. Langkah ini juga bisa mencegah dehidrasi.
  • Berhenti Merokok. Langkah ini tidak hanya bisa menyehatkan paru-paru, tapi juga tubuh Anda secara keseluruhan. Pernapasan Anda akan membaik dan gejala seperti batuk-batuk atau sesak napas bisa reda setelah berhenti merokok.
  • Menggunakan lebih dari satu bantal agar meringankan frekuensi batuk pada saat tidur.
  • Mengonsumsi parasetamol atau ibuprofen jika dibutuhkan. Obat-obatan ini berfungsi meredakan rasa sakit.

Di samping langkah penanganan sederhana, konsumsi obat batuk juga mungkin digunakan bagi mereka yang membutuhkan. Jenis obat batuk terbagi menjadi dua kategori, yaitu ekspektoran (pengencer dahak) dan dan antitusif (penekan batuk).

Obat batuk yang dijual bebas ada kalanya mampu membantu meringankan gejala. Namun perlu diperhatikan bahwa obat batuk macam ini belum tentu tepat digunakan untuk semua orang. Anak berusia di bawah 6 tahun tidak boleh diberikan obat batuk. Sementara anak usia 6 sampai 12 tahun, pemberian obat batuk harus di bawah pengawasan dokter.

Kami rekomendasikan sobat untuk sedia Mitoha Jelly Golden Gamat Emas untuk menjaga stamina dan daya tahan tubuh.

Pencegahan

Biasanya batuk-batuk akan sembuh bila infeksi bakteri yang terjadi telah diatasi. Untuk mencegah infeksi bakteri, kuman, dan debu, lakukan perubahan gaya hidup yang mendukung kesehatan secara umum, seperti:

  • Mengonsumsi makanan sehat sehingga tubuh memiliki daya tahan untuk membantu mencegah infeksi paru-paru dan seluruh sistem saluran pernapasan.
  • Olahraga ringan dan teratur agar berat badan stabil dan sistem pernapasan terlatih. Kelebihan berat badan membuat tubuh menanggung beban pada sistem pernapasan yang membuat bernapas pun lebih sulit. Olahraga akan melatih paru-paru dan jantung untuk bekerja lebih efisien dan optimal.
  • Menghindari lingkungan berasap kabut.
  • Berhenti merokok dan hindari sebisa mungkin menjadi perokok pasif. Terpapar asap rokok sebagai perokok pasif kini diketahui sama berbahayanya seperti perokok aktif.
  • Menghindari alergen atau bahan-bahan atau lingkungan yang mungkin menjadi pemicu gejala alergi di tubuh Sobat.
  • Tingkatkan daya tahan tubuh agar tehindar dari gangguan flu atau selesma

Batuk pada Bayi dan Anak-anak


Umumnya batuk pada bayi juga disertai sakit tenggorokan, demam, hidung tersumbat atau pilek, mata merah, rewel, kehilangan selera makan, dan muncul getah bening di area bawah ketiak, leher serta bagian belakang kepalanya. Batuk pada bayi dan anak-anak disebabkan oleh faktor-faktor yang sama dengan batuk pada orang dewasa, antara lain infeksi saluran pernapasan, asma, dan GERD.

Bila batuk menjadi berkepanjangan, bisa menjadi pertanda adanya infeksi saluran pernapasan yang lebih serius. Konsultasikanlah ke dokter jika anak Sobat mengalami batuk yang parah dan tidak kunjung reda, sehingga pengobatan dapat segera dilakukan.

Mewaspadai gejala batuk rejan juga sangat penting, terutama pada anak-anak dan bayi. Gejala batuk rejan meliputi:

  • Suara lengkingan di setiap tarikan napas dalam-dalam setelah batuk.
  • Batuk bertubi-tubi dan intens yang mengeluarkan dahak kental.
  • Kelelahan dan wajah memerah karena terus batuk.
  • Muntah.

Di samping batuk rejan, batuk pada bayi dan anak juga bisa disebabkan oleh bronkiolitis dan croup. Bronkiolitis merupakan infeksi saluran pernapasan bagian bawah pada bayi serta anak-anak di bawah usia dua tahun. Sedangkan croup adalah infeksi virus yang menyerang laring (kotak suara) atau trakea (batang tenggorokan) bayi dan anak-anak.

Penyebab dan Jenis Batuk Bayi

Batuk umumnya merupakan gejala yang ditimbulkan karena tubuh terinfeksi oleh virus flu. Di mana dari infeksi tersebut juga dapat mengacu pada berbagai risiko seperti:

  • Batuk rejan
  • Infeksi saluran pernapasan atau tenggorokan
  • Bronchiolitis
  • Infeksi paru-paru

Sementara batuk yang menyerang bayi maupun orang dewasa dapat dikategorikan menjadi 2, yaitu:

  • Batuk kering
    Batuk ini terjadi saat bayi memiliki alergi atau kedinginan. Batuk dengan jenis ini juga merupakan salah satu kondisi di mana tenggorokan mengalami iritasi atau peradangan.
  • Batuk basah
    Tergolong cukup berbahaya karena sebenarnya batuk basah merupakan gangguan pernapasan dengan disertai infeksi bakteri. Sehingga ciri-ciri yang sangat menonjol dari batuk basah adalah keluarnya dahak (mengandung sel-sel darah putih yang kalah melawan bakteri atau kuman). Bagi bayi akan berbahaya di saat dahak tersebut menggumpal dan menyumbat saluran pernafasan bayi.

Bagaimana Cara Menangani Batuk Pada Bayi?

Ketika berbicara mengenai cara mengobati batuk pada bayi, mungkin Sobat sempat terpikir untuk bisa memberikan obat kepada Si Kecil. Namun, sangat tidak disarankan memberikan obat batuk kepada bayi karena begitu banyak risiko dan efek samping yang ditimbulkan. Sebagai gantinya Sobat bisa mengatasi batuk yang menyerang Si Kecil dengan cara:

  • Pastikan bayi beristirahat dengan cukup agar tubuhnya mampu melawan infeksi.
  • Berikan asupan ASI yang cukup banyak. ASI merupakan cairan obat alami yang membantu bayi melawan gangguan infeksi.
  • Berada di ruangan yang berisi uap air hangat. Seperti misalnya mandi bersama Si Kecil dengan air hangat.

Jika bayi yang usianya di atas 1 tahun bisa menerima obat alami seperti minuman hangat campuran air perasan lemon dan madu, maka tidak dengan bayi di bawah 1 tahun. Minuman obat tersebut justru bisa membuat bayi di bawah satu tahun keracunan makanan. Karena bayi di bawah 1 tahun belum mampu mengkonsumsi madu atau bahkan minuman dengan rasa yang kuat seperti lemon.

Bagaimana jika semua cara di atas sudah dicoba tetapi batuk pada bayi masih belum juga sembuh atau berkurang? Segera hubungi dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada Si Kecil. Untuk lebih jelasnya, segera bawa bayi ke dokter saat:

  • Bayi batuk lebih dari lima hari
  • Batuk yang dialami bayi semakin parah
  • Bayi mengalami demam tinggi (dengan suhu 36 hingga 39 derajat Celsius)
  • Bayi mengalami kesulitan bernafas
  • Bayi mengeluarkan dahak (berwarna kuning, cokelat, atau hijau)

Apakah Sobat and Moms punya cara mengobati batuk pada bayi secara alami? Share kepada pembaca lainnya di sini, yuk!

Salam sehat!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*