Kenali, Osteoporis: Pengeroposan Tulang, Lemah dan Rapuh

Hai Sobat Mitoha yuk kita kenali penyakit osteoporosis agar kita tahu gejala, penyebab dan solusi pengobatannya, apa sih osteoporosis itu?

Pengertian Osteoporosis

Osteoporosis adalah kondisi saat kualitas kepadatan tulang menurun menjadi lemah dan rapuh, waw serem juga ya sobat mitoha karena kondisi ini membuat tulang menjadi keropos dan rentan retak bahkan bisa patah.

Penyakit Osteoporosis ini umumnya baru diketahui setelah ditemukan retak pada tulang, setelah pasien mengalami jatuh ringan. Retak pada pergelangan tangan, tulang pinggul, dan tulang belakang adalah kasus yang paling banyak ditemui pada penderita osteoporosis.

Penyakit osteoporosi ini bisaa menyerang atau dialami oleh Pria dan wanita. Risiko wanita mengidap osteoporosis empat kali lebih besar dibandingkan dengan risiko pada pria seperti yang kami kutip dari situs kesehatan ‘dokter’ baru-baru ini bahkan wanita yang lebih muda dan anak-anak karena kekurangan kalsium yang menjadikan penyebabnya.

Apa Saja Gejala Osteoporosis?

Sobat Mitoha, Osteoporosis ini umumnya tidak ada tanda-tanda atau gejala terjadinya osteoporosis di awal masa menurunnya kepadatan tulang. Namun beberapa kondisi berikut dapat menjadi gejala terjadinya osteoporosis, antara lain sakit punggung, postur tubuh bungkuk, menurunnya tinggi badan, lebih sering mengalami cedera/keretakan tulang.

Berkurangnya kepadatan dapat membuat tulang rentan untuk retak. Keretakan biasanya terjadi pada tulang belakang, pergelangan tangan, lengan, atau tulang pangkal paha.

Penyebab Osteoporosis apa?

Sobat Mitoha Osteoporosis disebabkan oleh menurunnya kepadatan tulang seiring pertambahan usia. Osteoporosis terjadi pada semua orang, namun beberapa orang lebih berisiko dan lebih cepat mengalami kondisi ini dibandingkan yang lain. Makin tua, kepadatan tulang Anda menjadi makin berkurang. Tulang menjadi melemah, keropos, dan lebih rentan retak.

Faktor Penyebab Meningkatnya Risiko Osteoporosis

Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko berkembangnya osteoporosis dan keretakan tulang:

  • Penderita gangguan makanan seperti anoreksia dan bulimia.
  • Konsumsi minuman keras secara berlebihan.
  • Merokok
  • Riwayat orang tua yang pernah mengalami retak tulang pangkal paha atau mengidap osteoporosis.
  • Etnis asia atau kaukasia
  • Ukuran tubuh yang lebih kecil menyebabkan berkurangnya kadar massa tulang yang berdampak kepada kepadatan tulang seiring bertambahnya usia.
  • Seorang yang pernah melalui operasi saluran pencernaan yang menyebabkan berkurangnya ukuran perut begitu juga serapan kalsium.
  • Kekurangan konsumsi
  • Malabsorpsi yaitu ketidakmampuan usus untuk menyerap nutrisi di dalam makanan, seperti dalam penyakit Celiac dan penyakit Crohn.
  • Obat-obatan yang dikonsumsi, terutama yang berdampak pada kadar hormon seperti pengobatan kanker prostatdan penggunaan obat kortikosteroid.
  • Tidak berolahraga atau tidak aktif bergerak untuk jangka waktu lama

Pengobatan Osteoporosis

Penanganan osteoporosis mengutamakan langkah-langkah untuk menghindari penderita jatuh maupun mengalami keretakan. Berikut ini adalah langkah-langkah awal yang disarankan bagi penderita osteoporosis, serta orang-orang lanjut usia, atau berisiko terhadap kondisi berikut ini.

Jaga tubuh Anda tetap bugar dan sehat dengan olahraga dan mengatur pola makan. Tubuh yang aktif dapat membantu Anda tetap bebas bergerak dan mengurangi risiko terjatuh serta mengalami keretakan tulang.

Berkonsultasilah dengan dokter jika Anda mulai sulit berjalan atau sulit berdiri dengan tegap. Dokter akan mendiskusikan tindakan pencegahan agar Anda tidak cedera saat beraktivitas. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan meminimalkan penyebab cedera seperti kualitas penglihatan, penggunaan obat-obatan, serta kekuatan otot dan keseimbangan.

Mengalami keretakan tulang karena jatuh adalah risiko yang akan terjadi ketika Anda menua. Meski demikian, kondisi ini bukan tidak bisa dihindari. Ada hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengurangi risiko retak tulang yang dapat terjadi akibat jatuh.

Mengenal Pengobatan untuk Osteoporosis

Jika tulang Anda mengalami keretakan atau Anda seorang penderita osteoporosis, Anda memerlukan penanganan yang dapat mengurangi risiko terjadinya keretakan yang lebih parah di masa mendatang.

Pilihan penanganan osteoporosis yang akan diberikan ditentukan berdasarkan usia, kepadatan tulang, dan faktor risiko keretakan.

Anda mungkin tidak memerlukan atau menginginkan obat-obatan untuk mengobati osteoporosis, tapi Anda tetap perlu menjaga tercukupinya kadar kalsium dan vitamin D. Dokter mungkin akan menyarankan perubahan pola makan dan konsumsi suplemen untuk memenuhi kebutuhan ini.

Sobat Mitoha bisa juga mengonsumsi Jelly Gamat Golden Mitoha

Pencegahan Osteoporosis

Kekuatan tulang dan tingkat potensi risiko terhadap osteoporosis ditentukan oleh gen Anda. Namun faktor gaya hidup seperti pola makan dan olahraga juga dapat berdampak kepada seberapa sehat kualitas tulang Anda. Pencegahan osteoporosis akan memberikan Anda infomasi tentang olahraga-olahraga sederhana yang dapat Anda lakukan.

Olahraga 2–3 jam tiap pekan

Penderita osteoporosis sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan sebelum melakukan olahraga untuk memastikan apakah aktivitas tersebut tepat untuk dilakukan. Setiap pekan, orang dewasa harus melakukan setidaknya sekitar 2- 3 jam olahraga dengan intensitas menengah, seperti bersepeda atau jalan cepat. Peregangan otot hendaknya dilakukan paling tidak 2-3 hari dalam seminggu, termasuk pada bahu, lengan, pinggang, tungkai, punggung, perut, dan dada

Melatih kaki dan lutut

Latihan menggunakan beban dalam berat yang tidak berlebihan sangat penting untuk meningkatkan kepadatan tulang dan membantu mencegah osteoporosis. Aktivitas menyangga beban adalah olahraga yang melatih kaki dan lutut Anda untuk menopang massa tubuh. Olahraga seperti lari, melompat, menari, dan aerobik bermanfaat menguatkan otot, ligamen, dan sendi. Orang yang berusia di atas 60 tahun juga dapat memperkuat tulang mereka dengan olahraga, seperti jalan cepat atau bermain badminton berdurasi pendek. Saat berolahraga, gunakan sepatu yang mampu meminimalkan risiko cedera pada pergelangan kaki.

Latihan kekuatan tulang

Latihan ketahanan meliputi gerakan-gerakan seperti push-up, angkat berat, atau latihan angkat beban menggunakan peralatan di pusat kebugaran. Tarikan yang dilakukan otot tendon terhadap tulang dapat meningkatkan kekuatan tulang. Tanyakan cara penggunaan alat-alat tersebut kepada instruktur untuk menghindari cedera.

Menerapkan pola makan sehat

Jika gaya hidup atau pola makan membuat Anda kekurangan vitamin D, Anda dapat mengonsumsi suplemen vitamin D. Vitamin D penting untuk penyerapan kalsium yang diperlukan untuk memperkuat tulang dan gigi. Vitamin D dapat ditemukan dalam kuning telur, susu kedelai, dan hati sapi.

Untuk orang dewasa, direkomendasikan untuk mengonsumsi 15 mikrogram vitamin D tiap hari.

Kalsium juga penting untuk menjaga kekuatan tulang. Kadar konsumsi minimal kalsium yang direkomendasikan tiap hari adalah 1000 miligram. Kalsium juga dapat ditemukan pada beberapa makanan, seperti tahu, tempe, kacang merah, dan ikan sardin.

Menjaga pola makan yang seimbang dapat menjauhkan Anda, tidak hanya dari risiko osteoporosis, namun juga penyakit jantung, diabetes, hingga berbagai jenis kanker.

Bersahabat dengan sinar matahari pagi

Paparan sinar matahari yang cukup dapat membantu tubuh memproduksi vitamin D secara alami. Usahakan agar kulit terkena sinar matahari selama paling tidak 10 menit sebelum menggunakan tabir surya. Lakukan ini di pagi hari sebelum jam 9. Vitamin D diperlukan untuk penyerapan kalsium di dalam tubuh. Proses tersebut membantu memperkuat gigi dan tulang yang pada akhirnya dapat mencegah osteoporosis.

Menghentikan kebiasaan buruk

Berhenti merokok dan membatasi konsumsi minuman beralkohol juga dapat melindungi Anda dari osteoporosis. Rekomendasi maksimal mengenai konsumsi alkohol oleh wanita adalah 2 kaleng bir dan oleh pria sebanyak 2,5 kaleng bir dengan kadar alkohol 4,7 persen.

Itulah yang bisa kami sampaikan ke Sobat Mitoha informasi tentang Osteoporosis yang kami rangkum dari beberapa sumber. Semoga bermanfaat buat Sobat Mitoha. Salam Sehat!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*