Penyakit Diabetes, Kecing Manis Apakah Bisa Sembuh?

sumber: google

Penyakit Diabetes, Kecing Manis Apakah Bisa Sembuh?

Sobat Mitoha, penyakit kencing manis, gula darah atau diabetes adalah penyakit yang menakutkan bahkan nomor tiga sebagai penyebab kematian. Jumlah penderita penyakit diabetes dari hari ke hari terus meningkat akibat pola hidup modern yang salah, misalnya kurang olahraga, makan yang terlalu banyak karbohidrat dan gula, tidak berpuasa atau diet dsb.

Jumlah penderita diabetes di Eropa misalnya telah menjadi epidemik. Hal itu mengakibatkan tersedotnya sebagian besar anggaran pelayanan kesehatan pemerintah dalam masa sepuluh tahun mendatang. Negara-negara maju telah menghabiskan hampir 10% dari anggaran pelayanan kesehatan hanya untuk semua terapi dan pelayanan penyakit diabetes.

Apabila makanan kelebihan kandungan insulin, pankreas akan mengalami tekanan dan melemah. Hingga akhirnya pankreas tidak bisa menjalankan fungsinya. Maka, kadar gula darah pun akan merambat naik dan terus meningkat hingga akhirnya muncul penyakit diabetes.

Penyakit kencing manis atau istilah lainnya juga dikenal dengan diabetes ini merupakan gangguan kesehatan yang tidak sedikit penderitanya. Penyakit ini disebut dengan penyakit kencing manis karena di dalam tubuh terdapat peningkatan kadar gula dalam darah yang berlebihan. Kadar gula dalam darah dalam kondisi tertentu pun akan berbeda beda, tetapi apabila masih dalam kadar normal tidak masalah.

Untuk kadar gula darah normal orang dewasa tidak lebih dari 200 mg/dl. Untuk itu apabila menderita penyakit gula maka angka gula darah bisa menunjukan lebih dari 200 mg/dl yang tidak kunjung turun. Gula dibutuhkan oleh tubuh untuk menjadi energi sehingga setiap organ tubuh dapat berfungsi dengan baik jika mendapatkan glukosa yang cukup.

Untuk mengubah gula menjadi glukosa dibutuhkan hormon insulin yang di produksi oleh pankreas. Tetapi apabila menderita penyakit gula biasanya jumlah insulin menurun atau tidak ada insulin yang dihasilkan sehingga kadar gula tinggi dalam darah maka dari itu tidak baik untuk kesehatan tubuh.

Penyebab Penyakit Kencing Manis (Diabetes)

Kurang aktifitas fisik atau olahraga
Pada zaman yang modern ini banyak orang yang tidak sempat sama sekali melakukan olahraga, padahal demi tubuh yang sehat seseorang dianjurkan untuk berolahraga setiap hari. Apabila tidak melakukan olahraga maka akan mengakibatkan efek lanjutan berupa obesitas yang mana menjadi pemicu terkena diabetes melitus.

Akibat infeksi pada kelenjar pankreas
Hormon insulin untuk mengatur kadar gula darah di hasilkan oleh kelenjar pankras, jika sampai terjadi infeksi dalam tubuh dan kebetulan menyerang pankreas sobat sehingga pankreas tidak bisa memproduksi hormon insulin dengan baik, maka kemungkinan besar tanda diabetes melitus akan muncul.

Pola makan tidak sehat
Mengkonsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung gula dan makanan dengan indeks glikemik tinggi bisa memicu seseorang untuk terkena diabetes melitus nantinya. Selain itu juga, makanan yang mengandung lemak tinggi dan kolesterol tinggi juga bisa memicu diabetes karena makanan tersebut bisa memicu kegemukan atau obesitas.

Sama dengan penyakit pada umumnya, penyakit kencing manis (Diabetes) pun memiliki gejala juga yang akan mengganggu penderitanya. tetapi gejala penyakit kencing manis (Diabetes) hanya akan muncul di saat kadar gula darah tinggi.

Gejala Penyakit Diabetes (Kencing Manis)

  • Gatal-gatal.
  • Sering kelelahan.
  • Sering merasa haus.
  • Rasa lapar yang bertambah.
  • Turunnya berat badan.
  • Pandangan yang kabur.
  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
  • Luka yang lambat sembuh atau sering mengalami infeksi.

Apabila Sobat Mitoha mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksakan diri Sobat ke dokter. Pendeteksian sedini mungkin memungkinkan kita untuk mencegah bertambah parahnya kondisi diabetes kita.

Pengaruh Hormon Insulin dan Diabetes

Seluruh sel dalam tubuh manusia membutuhkan glukosa agar dapat bekerja dengan normal. Kadar zat gula dalam darah biasanya dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas, yaitu organ yang terletak di belakang lambung.

Tetapi organ pankreas milik penderita diabetes tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Tanpa insulin, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.

Penyakit ini memiliki dua jenis utama, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2.

Sekilas Tentang Diabetes Tipe 1

Penderita diabetes tipe 1 sangat bergantung kepada insulin karena sistem kekebalan tubuh penderita akan menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Hal ini memicu peningkatan kadar glukosa sehingga terjadi kerusakan pada organ-organ tubuh. Hingga saat ini, penyebab di balik diabetes tipe 1 belum diketahui secara pasti.

sumber: google

Penderita jenis diabetes ini umumnya berusia di bawah 40 tahun, biasanya muncul pada masa remaja atau anak-anak. Karena itu, diabetes tipe 1 juga disebut sebagai diabetes anak-anak.

Diabetes tipe 1 lebih jarang terjadi dibandingkan dengan diabetes tipe 2. Di antara 10 orang penderita diabetes, diperkirakan hanya sekitar 1 orang yang mengidap tipe 1.

Selain harus menerima suntikan insulin setiap hari, penderita diabetes tipe 1 juga disarankan untuk menjaga kadar glukosa dalam darah agar tetap seimbang. Misalnya dengan menerapkan pola makan sehat dan menjalani tes darah secara rutin.

Sekilas Tentang Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang lebih umum terjadi. Sekitar 90 persen penderita diabetes di dunia mengidap diabetes tipe ini.

sumber: google

Diabetes jenis ini disebabkan oleh kurangnya produksi insulin dalam tubuh atau sel-sel tubuh yang menjadi kurang sensitif terhadap insulin. Kekurangpekaan sel-sel tubuh ini dikenal dengan istilah resistensi terhadap insulin.

Gejala pada penderita diabetes tipe ini biasanya dapat dikendalikan dengan pola makan sehat dan memantau kadar glukosa dalam darah. Tetapi, tetaplah waspada karena penyakit ini akan terus berkembang dalam tubuh dan lambat laun Sobat akan membutuhkan langkah pengobatan.

Diabetes tipe 2 sering dihubungkan dengan obesitas. Memang tidak semua orang yang mengidap obesitas akan otomatis menderita diabetes tipe 2. Tetapi, makin tinggi indeks massa tubuh seseorang, maka risiko diabetes tipe ini juga meningkat. Diabetes akibat obesitas umumnya menyerang para manula.

Risiko Diabetes Kehamilan

Diabetes juga kerap menyerang para ibu hamil. Terdapat sebagian wanita yang memiliki kadar glukosa dalam darah yang sangat tinggi selama masa kehamilan, sehingga tubuh mereka tidak dapat memproduksi cukup insulin untuk menyerapnya. Diabetes yang dikenal sebagai diabetes kehamilan ini dapat terjadi pada sekitar 15 hingga 18 orang di antara 100 wanita yang hamil.

sumber: google

Penderita diabetes tipe 1 yang hamil juga akan memiliki risiko tinggi karena dapat berdampak pada ibu serta janin. Sangatlah penting bagi penderita diabetes yang sedang hamil untuk menjaga keseimbangan kadar gula darahnya.

Ibu yang sedang hamil sebaiknya lebih cermat memantau kadar gula darah pada trimester kedua (minggu 14-26). Pada masa itulah diabetes kehamilan umumnya berkembang dan kemudian hilang setelah melahirkan. Meski demikian, risiko diabetes tipe 2 pada wanita yang pernah mengalami diabetes kehamilan adalah sekitar tiga kali lebih tinggi dibandingkan populasi pada umumnya.


Demikian Sobat Mitoha artikel mengenai penyakit kencing manis semoga informasi diatas dapat menambah wawasan Sobat terhadap penyakit ini, jangan lupa sediakan selalu Jelly Gamat Golden Mitoha untuk menjaga setamina dan daya tahan tubuh sobat, sekian terimakasih. Salam Sehat!

Penyakit Diabetes, Kecing Manis Apakah Bisa Sembuh?

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*