Perlukah Cek Kesehatan Sebelum Puasa?

Perlukah Cek Kesehatan Sebelum Puasa? – Puasa perlu kesiapan fisik yang prima agar bisa menjalankan ibadah ini dengan lancar. Lalu pentingkah cek kesehatan sebelum puasa?

Cek kesehatan menjadi salah satu metode untuk memastikan kondisi tubuh terkini. Dengan melakukan cek kesehatan, dapat diketahui seberapa sehat diri Anda, khususnya kesiapan untuk menjalani puasa selama sebulan lamanya.

Dilansir dari laman Liputan6.com, ada beberapa orang yang tidak boleh berpuasa, antara lain:
  1. Pasien dalam perawatan rumah sakit dan dalam keadaan diinfus, baik cairan maupun makanan, serta pasien yang sedang menerima transfusi darah.
  2. Seseorang yang mengalami infeksi akut, misalnya radang tenggorokan berat, demam tinggi, diare akut, serta mual dan muntah.
  3. Seseorang dengan migrain atau vertigo, dimana kondisi sakitnya akan bertambah buruk jika ia tidak makan atau minum obat.
  4. Mereka yang memiliki gangguan pernapasan akut seperti asma atau penyakit paru obstruksi kronis.
  5. Pasien dengan gagal jantung.
  6. Mereka yang sedang mengalami mag akut, yang bisa muntah hebat dan nyeri hingga keluar keringat dingin.
  7. Pasien kanker yang sedang dalam pengobatan atau yang belum diobati.
  8. Pasien dengan gangguan liver kronis lanjut.
  9. Pasien dengan gagal ginjal kronis yang sedang menjalani cuci darah atau petroneal dialisis.
  10. Pasien dengan diabetes yang gula darahnya belum terkontrol atau kalaupun terkontrol kebutuhan insulinnya masih tinggi, yaitu lebih dari 30 U per hari.
  11. Usia lanjut yang menderita pikun (Alzheimer).

Pentingnya cek kesehatan sebelum puasa

Cek kesehatan sebelum puasa penting dilakukan untuk menemukan indikasi adanya gangguan kesehatan tertentu atau berbagai kondisi yang disebutkan di atas. Meski Anda merasa sehat dan bugar, melakukan cek kesehatan dianjurkan sebagai langkah awal pencegahan.

Cek kesehatan atau medical check-up memiliki variasi pemeriksaan. Menurut dr. Fiona Amelia, MPH, dari KlikDokter, hal ini terjadi karena tidak semua jenis penyakit dapat ditemukan  dalam satu tes yang bersamaan.

“Panel pemeriksaan tes kesehatan dasar biasanya mencakup pemeriksaan darah, analisis urine, rekam jantung, dan rontgen dada. Hasil dari keempat pemeriksaan ini biasanya cukup untuk menyaring penyakit-penyakit yang sering ditemui, seperti infeksi tuberkulosis, darah tinggi, diabetes, kolesterol, penyakit hati, ginjal, dan jantung,” ujar dr. Fiona.

Jika dari hasil cek kesehatan ada gangguan tertentu, barulah dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh pihak medis. Konsultasikan lagi dengan dokter, apakah Anda masih bisa berpuasa dengan kondisi kesehatan tertentu yang kini sedang dialami.

Tips menjaga kesehatan saat berpuasa

Sejumlah tips dapat dilakukan demi menjaga kesehatan saat berpuasa, salah satunya olahraga. Ya, puasa bukanlah alasan untuk berhenti olahraga atau aktivitas lainnya yang menuntut gerak fisik.

“Sebaiknya olahraga dilakukan 1 jam hingga 30 menit menjelang berbuka puasa. Mengapa demikian? Karena dengan begitu jarak antara waktu olahraga dengan waktu berbuka tidak jauh, sehingga tubuh dapat langsung mengganti kehilangan cairan dan energi akibat olahraga saat berbuka puasa. Cairan yang hilang dapat digantikan dengan minum air dan energi dapat digantikan dengan makan-makanan yang manis,” dr. Dyah Novita Anggrainidari KlikDokter menjelaskan.

Ditambahkan oleh dr. Reza Fahlevi, juga dari KlikDokter, pola makan baik saat sahur hingga buka puasa juga harus diperhatikan. Apa yang Anda konsumsi jelas bakal berpengaruh untuk stamina tubuh sehari-hari selama Ramadan.

“Pilihlah menu makanan seimbang saat berbuka puasa dengan proporsi 50-60 persen karbohidrat, 20-30 persen lemak, dan 10-15 persen protein. Selain itu, perbanyak pula konsumsi buah dan sayur untuk memenuhi kebutuhan serat, vitamin, dan mineral agar stamina tubuh terjaga selama puasa. Penuhi pula kebutuhan cairan tubuh Anda dengan minum air putih yang cukup, dalam rentang waktu berbuka hingga sahur,” kata dr. Reza.

Bagi Anda yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau Anda yang merasa sehat tapi ingin memastikan kesehatan tubuh sebelum menjalankan ibadah puasa, lakukan cek kesehatan. Karena bagaimanapun, lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan?

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*